Jul 20, 2020 Cara Membuat Bisnis

Lanjutkan Perjuangan Sebagai Generasi Penerus Bangsa

Ketika kebiasaan buruk terbentuk, secara konsisten itu akan membuat kehidupan Anda semakin buruk. Sama halnya dengan kebiasaan baik, bila Anda telah menemukan dan menjalankan sebuah kebiasaan yang dapat memperbaiki kualitas hidup, maka hal tersebut akan terus akan terus membuat kehidupan Anda semakin positif. Terkadang tantangan dalam hidup kita bisa dibilang “biasa” bila dibandingkan tantangan yang dialami oleh orang lain yang terus berusaha lebih keras dari kita menghadapi masalah yang lebih besar. Semua usaha yang Anda lakukan tidak akan sia-sia asalkan Anda tidak menyerah dan mampu menghadapinya sampai akhir. Jangan sampai berhenti berusaha karena Anda berpikir bahwa usaha Anda akan sia-sia.

Kemerdekaan membutuhkan kepastian hidup yang mensejahterakan dengan alokasi sumber-sumber sosial dan ekonomi yang adil sehingga membuka tabir dan sekat-sekat sosial ekonomi masyarakat untuk hidup secara harmonis dan saling menghormati. Setiap hari dan setiap saat kita harus berjuang, paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga serta lingkungan. Kita harus menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Setidaknya kita mampu bertanya pada diri sendiri, apakah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing?

Menjadi seorang pejuang dalam kehidupan

Dalam bidang militer ia mendirikan pemuda Pandu Nasional Indonesia sebagai kekuatan pergerakan bersenjata menghadapi NICA. Teuku Umar adalah pahlawan nasional yang berasal dari Aceh yang berjuang gigih melawan kekuatan kolonial Belanda untuk hengkang dari tanah Aceh. Ia memprakasai berdirinya perkumpulan “Sopo Tresno” pada tahun 1914 untuk wanita Islam, yang mementingkan three bidang yaitu dakwah, pendidikan, dan sosial.

Terlepas dari persoalan di atas, yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa pembelajaran sejarah berfungsi untuk menumbuhkan kearifan dalam diri anak didik. Belajar sejarah bukan sekedar membaca dan mengetahui suatu peristiwa, melainkan juga mengambil hikmah dari setiap peristiwa, sehingga akan timbul kesadaran kolektif untuk menuju masa depan bangsa yang lebih gemilang. Namun di luar cara dan lingkup formal tersebut, saya mengusulkan suatu gerakan atau perubahan paradigma revolusioner bahwa semua orang harus menjadi guru. Masyarakat harus berusaha menjadi guru baik dalam pengertian formal maupun non formal. Jika kesempatan menjadi guru formal tidak tersedia, maka jadilah guru non-formal untuk semua orang.

Mbak Fani merupakan Puteri Indonesia Favorit Kepulauan Sumatera 2015, yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Bagaimana seorang perempuan muda dalam memaknai Pancasila di kehidupan sehari-hari dan bagaimana pandangannya sebagai sosok generasi muda, berikut wawancara Tim Warta Wantimpres bersama Mbak Fani, pada tanggal 4 Oktober 2016, di kawasan Senayan. Paham kebangsaan atau Nasionalisme suatu bangsa adalah dimilikinya kesadaran dan semangat akan cinta tanah air yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan juga tingkah laku di masyarakat, dengan tidak mempermasalahkan perbedaan. Bahkan justru perbedaan itu sebagai suatu warna yang harus dapat diselaraskan dalam sebuah persamaan.

Dia seorang figur wanita yang dalam perjalanan hidupnya menjadi teladan bagi kaumnya, dalam upaya keluar dari kungkungan keterbelakangan. Kartini berjuang untuk keluar dari tradisi yang membelenggu, meraih kedudukan sejajar dengan kaum pria dalam memperoleh hak-hak dan menjalankan kewajibannya. Suara-suara gagasannya tentang kemerdekaan Indonesia begitu tajam tertulis dalam tinta pena. Membangkitkan semangat anak-anak muda bangsa untuk melakukan perlawanan dan memperjuangkan kemerdekaan.